Posted by: alleros on: November 7, 2008
Kawan….
Persoalan berdusta, berkata tentang sesuatu yg diada2kan, atau mengatakan sesuatu yg tidak ada, bukan hal sepele. Rumit. Karena dusta adalah jalan keluar yg paling mudah dari berbagai macam persoalan. Asal muasal dusta – awalnya adalah dari persoalan yg timbul. Persoalan kekurangan nafkah, persoalan menjaga reputasi, persoalan nama, gengsi, dsb.
Anehnya, kebanyakan dusta justru bukan buat keburukan, melainkan kebaikan.
Dusta atau kebohongan, biasanya memiliki sebahagian besar kebenaran. Seorang yg berdusta, tidak akan berbohong 100%. Mungkin ia menuturkan 90% atau lebih hal yg bukan dusta, dustanya sendiri hanya sedikit. “Perkacauan” yg ada sekarang ini ya karena dusta. Besar maupun kecil. Sebuah kebohongan biasanya akan diikuti kebohongan lainnya, spy kebohongan awal dapat ditutupi. Orang2 yg mengambil jalan dusta, biasanya bisa berhasil dan sukses lebih mudah, jika dustanya hanya sedikit (tidak terlampau besar – karena kalau terlampau sering frekwensinya, kemungkinan ketauannya besar). Penggunaan dusta yg efektif akan sangat menunjang solusi. Sedang orang2 yg tidak pandai berdusta, pada umumnya mengalami lebih banyak permasalahan dan kendala. Silahkan dicoba tidak berdusta dalam seminggu kpd siapapun, ingat,, sekecil apapun dan kepada siapapun. Setiap kita punya titik dusta. Perbesaran titik itu bergantung kpd ada tidaknya kebutuhan.
Bisakah kita hidup tanpa dusta ?!?
Saya jawab aja ya,., TIDAK !
KECUALI (ada kec. nya) jika kita sudah berjanji.
Berjanji kepada siapa ?
Berjanji kepada yg mengetahui dusta, bahwa kita tidak akan lagi berdusta.
Apakah ada orang seperti itu, yg bisa hidup tanpa dusta dan bersumpah tdk akan berdusta ?
Jawabnya Ada.
Siapa mereka ?
Cucunya Yakub. Ia pernah menyatakan 10 janji kpd yg mengetahui dusta. Salah satu janjinya adalah tak akan berdusta kpd siapapun.
Tanpa mengucapkan janji, selamanya kita akan senantiasa hidup dengan solusi dusta pada kondisi tertentu.
.
Recent Comments